TELAAH HUTANG PIUTANG DALAM AL-QUR’AN

Authors

  • Ina Fitria Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan
  • Santi Santi Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan
  • Iptihatul Mufallahah Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan
  • Islamiyah Islamiyah Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Darussalam Bangkalan

Keywords:

Hutang Piutang, Al-Qur’an, Tafsir

Abstract

Manusia merupakan makhluk sosial, hampir mendekati tidak mungkin jika tidak saling membutuhkan. Islam juga mengatur sikap yang dibutuhkan dalam bersosial seperti akhlak, akidah, ibadah dan muamalah yang menjadi point utama dalam bekal sosial manusia. Ajaran muamalah akan menahan manusia dari menghalalkan segala cara untuk mencari rezeki, ada banyak cara yang dilakukan Allah Swt. dalam menyampaikan rezeki pada hamba-Nya. Diantaranya dengan disyariatkannya praktik transaksi hutang piutang sebagai salah satu aspek pemenuh hajat hidup via interaksi sosial. Kajian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, menghimpun data yang bukan berupa angka, dimana dengan penelitian kualitatif ini data yang penulis dapat dari hasil analisis melalui metode Library Research yang berupa buku, artikel jurnal, kitab dan karya ilmiah lainnya. Dalam kajian ini dibahaseksistensi ayat hutang piutang dalam al-Qur’an, anaslisis ayat yang bersangkutan dengan hutang piutang, penafsiran ayat. Hasil kajian menunjukkan bahwa ada banyak cara mendapatkan rezeki halal meskipun kenyataannya memang lebih sulit dari pada mendapatkan harta dengan tidak halal, tetapi Allah telah memberikan jalan untuk seseorang yang sedang dalam kesusahan dengan berhutang. Perutangan disyari’atkan sebab merupakan salah satu sarana mendekatkan diri kepada Allah, merupakan bentuk saling mengasihi dan memudahkan sesama manusia. Aturan dalam hutang piutang, jaminan dan pinjaman hendaknya tertulis, penulis bukan salah satu dari kedua belah pihak yang bersangkutan supaya tidak menimbulkan ke tidakadilan serta memberikan keringanan tangguhan Ketika orang yang berhutang sedang dalam kesulitan.

References

Amalia Alfi “Konsep Hutang Piutang Dalam Al-Qur’an, Studi Perbandingan Tafsir Al-Qur’an Al- Adzim Karya Ibnu Katsir Dan Tafsir Al-Misbah Karya Muhammad Quraisy Shihab”, Jurnal; Attammiyah. Vol, 2. No, 1.

Asyari Sukmajaja, Indeks Al-Qur’an (2003) Bandung: Penerbit Pustaka.

Baqi Muhammad Fuad Abdul, Terjemah Tafsir Tematis Jilid III (2012) Surabaya: Halim Jaya.

Departemen Agama RI, Al-Qur’an Dan Terjemahan (2010) Bandung: Diponego.

Hadhiri Choirudin, Klasifikasi Al-Qur’an Jilid 1 (2005) Jakarta: Gema Insani Pres.

Mas’ud Ibnu, Fiqih Madzhab Syafi’i (2000) Bandung: Pustaka setia.

Mu’jam Al-Mufahras Li Al-faẓ Al-Qur’ān Al-karīm (1981) Kairo: Dar Al-Fikr.

Munawwir Ahmad Warson, Kamus Al-Munawwir Arab Indonesia (2002) Surabaya: Pustaka Progresif.

Nafik Muhammad, Bursa Efek Dan Investasi Syariah (2009) Jakarta; Pt Serambi Ilmu Semesta.

Quthub Sayyid, Tafsīr Fī Zilāli Al-Qur’ān Juz 3 (2004) Jakarta: Gema Insani.

Rofi’ah Tri Nadhirotur Dan Nurul Fadilah, Utang Piutang Dalam Perspektif Ekonomi Islam Jurnal; Ar-Ribhu: Manajemen Ekonomi Dan Keuangan Syari’ah Vol, 2. No, 01. April-Desember 2021.

Sabiq Sayyid, Fiqih Sunnah Jilid III (2013) Jakarta: Pena Pundi Aksara.

Shihab Quraish, Tafsir Al-Misbah (2022) Jakarta: Lentera Hati.

Sugono Dendy, Kamus Besar Bahasa Indonesia (2018) Jakarta: Pt. Adi Perkasa.

Supramono Gatot, Perjanjian Utang Piutang (2013) Jakarta: Kencana.

Suyuti (Al) Jalaluddin, Tafsir Jalālain Jilid I (1996) Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Downloads

Published

2025-07-31

How to Cite

Fitria, I., Santi, S., Mufallahah, I., & Islamiyah, I. (2025). TELAAH HUTANG PIUTANG DALAM AL-QUR’AN. MAHABBAH : Jurnal Ilmu Ushuluddin Dan Pemikiran Islam, 1(2), 147–152. Retrieved from https://journal.iai-daraswaja-rohil.ac.id/index.php/mahabbah/article/view/112

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.